SOA dalam sebuah konsep
Akhir-akhir ini sering kali kita dengar ada sebuah konsep baru dalam pengembangan perangkat lunak yang biasa disebut dengan SOA. Sebagai mahasiswa IT disekolah komputer kayaknya kita perlu memahami lebih dalam tentang konsep SOA ini.
SOA singkatan dari Service Oriented Architecture. Dengan SOA, aplikasi-aplikasi tidak lagi dibangun bersifat monolitik. Alih-alih, SOA dibentuk dengan merangkai berbagai service modular. “Suatu service bisa berupa satu fungsi dari sebuah piranti lunak, misalnya fungsi GetAccountBalance atau CancelOrder. Fungsi tersebut bisa dieksekusi atas permintaan sistem apapun, tanpa memandang platform sistem operasinya, bahasa pemrogramannya, maupun lokasi geografisnya.
Implementasinya SOA dewasa ini, dalam bentuk web services , boleh dibilang merevolusi pengembangan piranti lunak. Dulu memang sudah ada distributed software architecture , yang juga menjanjikan agility dan penggunaan kembali komponen. Namun, cara itu memiliki kelemahan.
Untuk melakukan integrasi, seluruh komponen harus menggunakan object model atau bahasa pemrograman yang sama. Nah, web services menghilangkan halangan itu dan sanggup beroperasi melampaui batas yang memisahkan platform Microsof dari Unix, atau .Net dari J2EE,
Singkatnya, SOA bisa membantu menyederhanakan integrasi aplikasi dan manajemen proses.Jika Anda ingin memiliki proses bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif, pindahkan aplikasi-aplikasi TI Anda ke SOA.
Keunggulan SOA
Pada SOA, para software developer membangun aplikasi-aplikasi komposit ( composite applications ) dengan saling menghubungkan atau memadukan berbagai layanan dalam suatu alur proses, yang semuanya ditampilkan sebagai satu service .
Kemampuan SOA memadukan proses dengan merangkai building block service standar merupakan inti dari kelincahan yang dijanjikan BPM. Piranti desain SOA standar menjadikan pembuatan sebuah model service secepat dan semudah menggambar sebuah diagram alur layanan. Piranti yang sama juga akan membuat model tersebut menjadi sebuah proses bisnis yang dapat dieksekusi.
Selain itu, bahasa berbasis XML yang digunakan untuk memadukan berbagai service itu juga telah distandarkan. Bahasa yang dinamakan Business Process Execution Language (BPEL) ini didukung berbagai vendor BPM dan hampir sebagian besar vendor infrastruktur maupun vendor enterprise application integration (EAI). Jadi, SOA juga memperlihatkan portabilitas model proses, yang bisa dieksekusi di berbagai platform infrastruktur dan dikelola menggunakan piranti desain yang tidak bergantung vendor tertentu.
Ada berbagai pendekatan untuk mewujudkan service - service ini. Salah satu cara adalah membuat kode programnya dari nol. Saat ini, server-server aplikasi dari vendor seperti IBM, Microsoft, BEA dan Oracle saling bersaing dalam hal piranti untuk membuat custom code yang bisa digunakan sebagai reusable web services . Kalau tidak ingin repot membuat kode sendiri, tersedia alternatif lain, yaitu “membungkus” sistem yang ada dengan komponen-komponen middleware bernama integration adapter . Adapter ini bisa ditampilkan fungsionalitasnya sebagai web service tanpa harus membuat kode.
Cara lain adalah membeli service itu dari para vendor aplikasi enterprise. Versi terbaru aplikasi enterprise, seperti dari SAP dan Siebel kini sudah dikemas dalam bentuk koleksi web services , yang siap dipadukan secara terpisah ( out-of-the-box ). Terakhir, Anda juga bisa mengakses service pihak ketiga melalui Web dengan menggunakan registry . Atau, Anda bisa mengombinasikan service - service yang diterapkan dengan cara di atas dalam suatu paduan proses bisnis. Keunggulan-keunggulan seperti itulah yang ditawarkan SOA.






stmikbg.com adalah web untuk komunitas bagi anak-anak stmik bumigora khususnya dan anak-anak IT umumnya, baek yang cupu maupun yang expert.